Gandeng Peneliti Malaysia, Tim Dosen UM Kembangkan Metode Kolaborasi Desain untuk Mendorong Kontribusi Mahasiswa yang Lebih Adil

MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat kerja sama riset internasional melalui kolaborasi dengan akademisi dari Faculty of Creative Technology and Heritage, Universiti Malaysia Kelantan (UMK), Malaysia Dr. Nik Zulkarnaen bin Khidzir. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan peneliti asing dalam tiga penelitian yang dilaksanakan oleh tim dosen UM, salah satunya berfokus pada pengembangan metode kolaborasi mahasiswa dalam pengerjaan proyek animasi.

Penelitian bertajuk “Strategi Co-Design Berbasis Layered Elaboration untuk Meningkatkan Kolaborasi dan Peer Feedback Proyek Animasi Mahasiswa” ini merupakan hibah penelitian internal Universitas Negeri Malang tahun 2026 melalui skema Kelompok Bidang Keahlian (KBK).

Penelitian tersebut diketuai oleh Mitra Istiar Wardhana, S.Kom., M.T., selaku Sekretaris Departemen Industri Kreatif, Fakultas Sastra UM, dengan anggota tim yang terdiri atas dosen Program Studi Animasi, yakni Nuril Kusuma Wardani, S.Sn., M.Ds. dan Ima Kusumawati Hidayat, S.Sn., M.Ds., serta dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Yon Ade Lose Hermanto, S.Sn., M.Sn.

Penelitian ini berangkat dari persoalan yang kerap ditemukan dalam pembelajaran berbasis proyek di bidang desain dan animasi, yakni ketimpangan kontribusi mahasiswa ketika mengerjakan tugas secara berkelompok. Berdasarkan observasi dan pengalaman dosen, hasil karya kelompok yang terlihat baik belum tentu mencerminkan keterlibatan yang merata dari seluruh anggotanya. Dalam beberapa kasus, terdapat mahasiswa yang berkontribusi sangat besar, sementara anggota lainnya hanya sedikit terlibat dalam proses kreatif. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi dosen, terutama ketika harus memberikan penilaian yang adil terhadap kontribusi masing-masing mahasiswa. Penilaian yang hanya berfokus pada hasil akhir sering kali belum mampu menggambarkan bagaimana ide dikembangkan, siapa yang memberikan kontribusi, dan bagaimana anggota kelompok saling berkolaborasi sepanjang proses pengerjaan.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim peneliti berupaya mengembangkan strategi co-design berbasis layered elaboration, yaitu pendekatan mendesain secara kolaboratif melalui penggunaan lapisan-lapisan gambar dalam tahap pengembangan ide (ideation).

Melalui metode ini, mahasiswa dapat bersama-sama mengembangkan sebuah konsep visual dengan menambahkan, mengembangkan, atau memberikan tanggapan terhadap ide anggota kelompok lainnya pada lapisan gambar yang berbeda. Setiap lapisan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi tanpa harus menghapus atau menggantikan gagasan yang telah dibuat sebelumnya.

Menariknya, inovasi yang dikembangkan tidak bergantung pada penggunaan teknologi canggih, melainkan pada pembaruan metode dan pengorganisasian proses kerja kreatif. Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah diterapkan, proses pengembangan ide diharapkan menjadi lebih terbuka, memungkinkan setiap mahasiswa untuk berpartisipasi, sekaligus membantu dosen menelusuri perkembangan gagasan dan kontribusi individu dalam kerja kelompok.

Selain mendorong keterlibatan mahasiswa, metode ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas peer feedback, yaitu proses ketika mahasiswa saling memberikan masukan terhadap ide atau karya rekan mereka. Dengan demikian, kolaborasi tidak hanya dimaknai sebagai pembagian tugas, tetapi juga sebagai proses saling membangun gagasan, berdiskusi, dan menyempurnakan desain secara bersama-sama.

Keterlibatan peneliti dari Universiti Malaysia Kelantan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan penelitian melalui pertukaran perspektif akademik dan keilmuan internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai metode pembelajaran kreatif, khususnya dalam menciptakan lingkungan pembelajaran berbasis proyek yang lebih partisipatif dan kolaboratif.

Melalui penelitian ini, tim berharap dapat merumuskan metode kolaborasi desain yang tidak hanya relevan bagi mahasiswa animasi, tetapi juga berpotensi diterapkan pada bidang pendidikan desain dan industri kreatif lainnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu dosen memahami proses kerja mahasiswa secara lebih mendalam, sekaligus mendorong terciptanya sistem pembelajaran yang memperhatikan keadilan partisipasi, bukan hanya kualitas hasil akhir. Kerja sama internasional antara Universitas Negeri Malang dan Universiti Malaysia Kelantan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya penelitian lintas negara, meningkatkan kualitas inovasi pembelajaran, serta membuka peluang pengembangan riset bersama di bidang teknologi kreatif dan pendidikan desain.

Leave a Reply