Mahasiswa D4 Animasi UM Rancang Film Pendek Animasi 2D “Until We Meet Again” sebagai Media Edukasi untuk Menumbuhkan Kesadaran Generasi Muda tentang Kanker Kolorektal

Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Studi D4 Animasi Fakultas Vokasi terus mendorong pengembangan media kreatif sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Di bawah bimbingan Bunga Fefiana Mustikasari, S. Sn., M. Ds dan Dennaya Cintya Danastri S. Sn., MBA., melalui tugas akhir berjudul Until We Meet Again, Annisa Syakira Maharani, mahasiswa D4 Animasi UM, merancang film pendek animasi 2D bertema kanker kolorektal sebagai media edukasi untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda. Selain mengedepankan storytelling dan pendekatan visual yang emosional, perancangan ini selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui upaya menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap kanker kolorektal serta pentingnya kepedulian terhadap kesehatan.

Perancangan film ini berangkat dari keinginan untuk menyampaikan isu kanker melalui media yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Kanker tidak hanya membawa tantangan fisik bagi penderitanya, tetapi juga dapat menghadirkan pergulatan emosional bagi pasien dan keluarga. Melalui pendekatan cerita, Until We Meet Again berusaha mengangkat sisi kemanusiaan dari pengalaman tersebut sekaligus mendorong kepedulian terhadap kesehatan dan kesadaran akan kanker kolorektal.

Film Until We Meet Again melalui tahap validasi ahli media dan ahli materi sebelum dilakukan pengujian kepada audiens. Validasi ahli media oleh Nuril Kusuma Wardani, S.Sn., M.Ds., dosen Program Studi Animasi UM, mencakup aspek visual, animasi, audio, storytelling, dan kualitas media. Hasil validasi memperoleh persentase kelayakan sebesar 91% dengan kategori sangat layak. Sementara itu, validasi ahli materi oleh Nur Amin Barokah Asfari, S.Psi., M.A., dosen Psikologi, mencakup kesesuaian materi, penyampaian pesan, dan manfaat animasi. Hasil validasi memperoleh persentase sebesar 72,9% dengan kategori layak. Masukan dari kedua validator kemudian digunakan sebagai acuan untuk melakukan perbaikan sebelum tahap pengujian audiens.

Pengujian dilakukan kepada 56 responden yang didominasi generasi muda berusia 15–25 tahun sebagai target utama perancangan. Hasil pengujian memperoleh indeks skor sebesar 95,31% dan termasuk dalam kategori sangat layak. Pernyataan mengenai akhir cerita yang menumbuhkan kesadaran terhadap bahaya kanker memperoleh respons tertinggi, dengan 53 responden menyatakan sangat setuju dan 3 responden setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Until We Meet Again dapat menyampaikan pesan mengenai kanker kolorektal sekaligus membangun keterlibatan emosional penonton.

Dalam proses perancangannya, Annisa menggunakan gaya animasi 2D bergaya kartun dengan palet warna hangat untuk membangun suasana cerita yang emosional. Perancangan dilakukan melalui tahapan pengembangan konsep, penyusunan cerita, perancangan karakter dan aset visual, produksi animasi, hingga proses penyuntingan dan penyelarasan audio. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggabungkan kekuatan visual animasi dengan penyampaian pesan edukatif yang mudah diikuti penonton.

Selain membahas perjuangan menghadapi kanker, Until We Meet Again menempatkan cinta, doa, dan dukungan keluarga sebagai pesan utama. Hubungan antara ibu, ayah, dan Lia memperlihatkan bagaimana kehadiran orang-orang terdekat dapat menjadi sumber dukungan emosional dalam menghadapi masa sulit. Melalui kisah tersebut, film ini diharapkan tidak hanya memberikan ruang bagi penonton untuk memahami pengalaman pasien dan keluarganya, tetapi juga menumbuhkan empati serta kepedulian terhadap isu kanker. Ke depannya, film pendek animasi 2D Until We Meet Again diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif media edukasi yang memanfaatkan kekuatan storytelling untuk menyampaikan pesan mengenai kanker kolorektal kepada generasi muda. Melalui publikasi film pada platform digital, karya ini diharapkan dapat menjangkau penonton yang lebih luas dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan, meningkatkan kesadaran mengenai kanker, serta memahami pentingnya dukungan keluarga bagi mereka yang sedang menghadapi penyakit.

Leave a Reply