Co-Design Warisan Budaya: Mahasiswa D4 Animasi UM Kembangkan Urban Toys Berbasis Wayang Topeng Malang

MALANG – Dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), tim peneliti dan mahasiswa Prodi D4 Animasi Universitas Negeri Malang (UM) menggelar riset riset berbasis co-design untuk mengelaborasi warisan budaya Wayang Topeng Malang menjadi produk urban toys kontemporer. Penelitian yang saat ini telah menyelesaikan empat dari enam tahapan kegiatan ini dirancang untuk menghasilkan dua luaran utama, yakni artikel ilmiah di jurnal bereputasi serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Inovasi ini diawali dengan merajut kolaborasi lintas sektor bersama Padepokan Seni Mangun Dharma di Tumpang melalui kunjungan awal pada 25 Juni 2026, yang berlanjut pada pembekalan kerangka teori Generative Heritage Theory (GHT) bagi 15 mahasiswa partisipan pada 2 Juli 2026. Sinergi riset berlanjut melalui observasi lapangan langsung pada pertunjukan drama tari Alap-alapan Panji dadi Ratu di padepokan seni tersebut pada 5 Juli 2026, di mana para mahasiswa mengidentifikasi elemen cultural genes seperti dikotomi karakter Panji yang halus dan Klana yang kasar melalui instrumen Cultural Gene Card. Keberhasilan tahap observasi kualitatif dan kosmologi warna Jawa ini kemudian diselaraskan dengan standar industri kreatif pada 16 Juli 2026 melalui sesi integrasi yang menghadirkan praktisi desainer karakter dan toy designer internasional. Melalui kolaborasi partisipatif ini, mahasiswa dibekali pemahaman holistik terkait proporsi, hirarki visual, hingga teknik produksi urban toys agar nilai budaya tradisional tetap autentik saat ditransformasikan ke dalam bentuk produk modern.

Puncak dari rangkaian kegiatan yang telah terlaksana ini adalah sesi co-design dan presentasi konsep, di mana lima kelompok mahasiswa berkolaborasi merancang sketsa eksplorasi urban toys. Berdasarkan diskusi bersama antara tim peneliti, pemateri industri, dan mahasiswa, disepakati satu konsep visual final yang menggabungkan keunggulan dari tiap kelompok, seperti proporsi matang serta fitur topeng interaktif lepas-pasang milik Kelompok 5 dan pendekatan desain wajah milik Kelompok 1. Desain kolektif ini siap difinalisasi ke dalam dua tahap riset berikutnya untuk mewujudkan produk urban toys yang mencakup lima tokoh utama: Panji, Klana, Sekartaji, Gagak Sakti, dan Patih Kudanawarsa.

Leave a comment