
Malang – Tim dosen Program Studi Animasi Universitas Negeri Malang (UM) tengah melakukan penelitian mengenai pengalaman penonton saat menikmati film animasi dalam lingkungan Virtual Reality (VR). Penelitian ini berangkat dari pesatnya perkembangan konten VR di berbagai platform digital, khususnya YouTube, yang semakin mudah diakses oleh masyarakat. Di balik perkembangan tersebut, masih banyak penonton yang mengeluhkan ketidaknyamanan ketika menyaksikan film VR, terutama dalam mengikuti alur cerita dan memahami arah perhatian di dalam ruang 360 derajat.
Berbeda dengan film konvensional yang mengarahkan pandangan penonton melalui bingkai layar, film VR memberikan kebebasan bagi penonton untuk melihat ke segala arah. Kondisi ini menghadirkan pengalaman yang lebih imersif, tetapi sekaligus menimbulkan tantangan baru. Banyak penonton mengaku merasa kagum karena seolah berada di dalam dunia film, namun pada saat yang sama kesulitan mengikuti jalan cerita karena tidak selalu melihat bagian penting dari adegan yang sedang berlangsung.
Melalui penelitian ini, tim dosen Animasi UM berupaya memahami secara mendasar bagaimana pengalaman penonton terbentuk ketika menyaksikan film animasi VR. Penelitian tidak hanya mengamati tingkat kenyamanan saat menonton, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana penonton mengarahkan perhatian, memahami ruang virtual, serta memaknai alur cerita yang disajikan dalam media imersif.
Sebagai bagian dari penelitian, para partisipan diminta menonton tiga film animasi VR yang tersedia di platform YouTube melalui kanal Google Spotlight Stories, yaitu Back to the Moon, Pearl, dan Special Delivery. Ketiga film tersebut dipilih karena mewakili pendekatan sinematik yang berbeda dalam memanfaatkan ruang 360 derajat untuk menyampaikan cerita. Setelah menonton, partisipan mengikuti sesi observasi dan wawancara untuk menggali pengalaman mereka secara lebih mendalam.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai karakteristik pengalaman menonton film VR, termasuk faktor-faktor yang membuat penonton merasa nyaman, terlibat secara emosional, atau justru kehilangan orientasi terhadap cerita. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi penyutradaraan, penataan adegan, serta pengembangan bahasa visual yang lebih efektif pada media animasi VR.
Selain memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian akademik di bidang animasi dan media imersif, penelitian ini juga ditujukan sebagai rekomendasi praktis bagi para kreator konten VR. Dengan memahami pengalaman penonton secara lebih mendalam, pembuat film dapat merancang karya yang tidak hanya menghadirkan sensasi imersif, tetapi juga mampu menyampaikan cerita secara jelas, nyaman, dan mudah diikuti oleh audiens.
Penelitian ini menunjukkan komitmen Program Studi Animasi Universitas Negeri Malang dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi media digital melalui riset yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung pengembangan industri konten VR yang semakin berkualitas serta memberikan pengalaman menonton yang lebih baik bagi masyarakat.
Kegiatan penelitian ini turut mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan pengetahuan dan inovasi di bidang media imersif. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan film animasi VR yang lebih efektif, nyaman, dan berdaya saing di era industri kreatif digital.

Leave a comment