Informasi Singkat

Lokasi: Masjid Tiban, Jl. KH. Wachid Hasyim, Gang Anggur No. 17, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

HTM: Gratis

Luas Kawasan: Sekitar 8 hektare

Aktivitas Wisata

Menikmati Kemegahan Arsitektur yang Megah dan Unik

Sobat traveler, begitu memasuki kawasan Masjid Tiban, kamu akan langsung dibuat terpukau oleh bangunannya yang menyerupai istana dengan perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah, India, Turki, hingga Eropa. Dominasi warna biru, putih, dan emas dipadukan dengan ornamen kaligrafi yang detail membuat setiap sudut masjid terlihat begitu artistik. Tak heran jika banyak wisatawan menyebut tempat ini sebagai salah satu masjid paling unik di Indonesia.

Menjelajahi Lorong, Menara, dan Ruangan Bertingkat

Salah satu pengalaman yang paling menarik adalah menyusuri lorong-lorong, balkon, tangga, dan menara yang saling terhubung di dalam kompleks masjid. Setiap lantai memiliki desain yang berbeda sehingga perjalanan terasa seperti menjelajahi sebuah istana. Di beberapa titik, kamu juga dapat menikmati panorama kawasan Turen dari ketinggian.

Menikmati Wisata Religi dan Suasana yang Menenangkan

Selain menjadi destinasi wisata, Masjid Tiban tetap berfungsi sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan pesantren. Kamu dapat melaksanakan salat, berzikir, atau sekadar menikmati suasana yang tenang dan penuh keteduhan. Bagi banyak pengunjung, tempat ini menjadi lokasi yang cocok untuk menenangkan pikiran sekaligus memperdalam nilai-nilai spiritual.

Berburu Spot Foto Bernuansa Timur Tengah

Sobat traveler, hampir setiap sudut Masjid Tiban layak dijadikan latar foto. Pilar-pilar tinggi, kubah berwarna cerah, jendela kaca patri, hingga taman yang tertata rapi menghadirkan nuansa layaknya bangunan megah di Timur Tengah. Namun, tetap utamakan etika saat berfoto dan hormati pengunjung lain yang sedang beribadah.

Mengenal Kisah Pembangunan Masjid Tiban

Banyak orang penasaran dengan asal-usul nama “Masjid Tiban” yang sering dikaitkan dengan cerita mistis. Saat berkunjung, kamu dapat mengetahui kisah sebenarnya bahwa masjid ini dibangun secara bertahap oleh para santri dan jamaah Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah melalui semangat gotong royong, bukan muncul secara tiba-tiba seperti cerita yang beredar di masyarakat.


Rekomendasi Penginapan Terdekat

Jika ingin menginap di sekitar Kecamatan Turen, berikut beberapa pilihan yang lokasinya relatif dekat dengan Masjid Tiban:

  • Cakra Residence Hotel – hotel di pusat Kecamatan Turen dengan akses sekitar 10 menit dari Masjid Tiban.
  • D’rael Guest House Syariah Turen – guest house nyaman yang cocok untuk wisatawan maupun keluarga.
  • Beberapa homestay dan penginapan keluarga di kawasan Turen yang mudah dijangkau dari lokasi masjid.

Kuliner Khas di Sekitar

Setelah berkeliling Masjid Tiban, kamu bisa mampir ke beberapa tempat makan yang benar-benar berada di sekitar Turen:


Cara Menuju Destinasi

Dari Kota Malang

Masjid Tiban berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Malang dengan waktu tempuh sekitar 45–60 menit. Rute yang paling mudah adalah melalui Jalan Nasional Malang–Turen menuju Kecamatan Turen, kemudian mengikuti petunjuk arah menuju Desa Sananrejo.

Dari Bandara Abdul Rachman Saleh

Perjalanan dari Bandara Abdul Rachman Saleh menuju Masjid Tiban memerlukan waktu sekitar 50–60 menit menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi daring, tergantung kondisi lalu lintas.

Menggunakan Transportasi Umum

Kamu dapat naik bus atau angkutan menuju Terminal Turen dari Kota Malang. Setelah tiba di Terminal Turen, perjalanan menuju Masjid Tiban hanya sekitar 3 kilometer, sehingga dapat dilanjutkan menggunakan ojek, becak motor, atau transportasi daring. Akses menuju masjid melewati jalan kampung yang cukup sempit, sehingga kendaraan besar biasanya parkir di area yang telah disediakan dan pengunjung melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki beberapa menit.